Jumat, Oktober 25, 2013

Dodi Sapriyanto



Dodi Sapriyanto adalah salah satu pesilat yang dikirim oleh Pengkot PERISAI DIRI Pekanbaru untuk mengikuti kejuaraan antar pelajar Jateng DIY yang dilaksanakan di Solo pada tanggal 28 – 30 Juni  2012. Kejuaraan ini sangat bergensi dimana para pesilat adalah utusan dari masing-masing daerah tersebut. Perlu diketahui Jogya adalah daerah yang sering menelorkan pesilat level dunia baik di PERISAI DIRI sendiri ataupun di IPSI.  Sebut saja Mbak Herina, Mas Joko Widodo dll. Tujuan mengikuti kejuaraan ini adalah untuk mengevaluasi diri seberapa jauh apabila dibandingkan dengan rekan – rekan di Jateng DIY. Selain untuk evaluasi juga untuk menambah pengalaman tanding saudara Dodi Sapriyanto. Maklum pertandingan di Pekanbaru sangat sedikit apabila dibandingkan dengan daerah lain apalagi dibandingkan dengan Jateng dan Daerah Istimewa Jogyakarta.  
Dodi Sapriyanto adalah remaja yang sangat sederhana. Bahkan naik pesawat baru pertama kali ketika kegikuti kejuaraan di Solo ini. Naik pesawat rasanya sangat senang sekali Mas, pesawat yang pertama saya naiki adalah Lion Air “kata Dodi” . Namun dalam kesederhanaannya Dodi mempunyai jiwa semangat berlatih silat yang tinggi. Hingga akhirnya di Solo dapat lolos ke semi final. Lolos ke semi final adalah salah satu prestasi yang baik mengingat latar belakang Dodi yang jauh dari pengalaman dan baru dua kali mengikuti kejuaraan. Kejuaraan pertama kali yang diikuti adalah One Day Competition 2011 yang diselenggarakan oleh Pengkot PERISAI DIRI Pekanbaru.
Saya sangat senang dengan silat PERISAI DIRI ini karena membuat saya banyak teman, lebih mandiri, dan lebih percaya diri. Demikian kata Dodi ketika ngobrol dengan penulis. Dodi mempunyai hobbi sampingan mengotak-atik sepeda motor (otomotif). Sudah beberapa motor yang dibongkar mesinnya oleh Dodi. Anak dari pasangan Bapak Alm. Iqbal dan Ibu Aminah  ini selalu menyempatkan diri latihan setelah pulang bekerja, lima menit paling tidak saya pakai set up maupun push up Mas Kata Dodi.
Remaja yang mempunyai motto: Jangan pernah merasa puas dengan prestasi yang Anda dapat sekarang. Dalam hal silat menyukai teknik/jurus Harimau, karena Harimau itu mempunyai cirikas tegas, lugas, cepat, lincah serta mempunyai cakaran yang sangat mematikan. Jadi Harimau itu melambangkan kekuatan dan kelenturan yang luar biasa. Bahkan Harimau dapat lari mengejar musuhnya sangat cepat, secepat kilat. Harimau juga dapat membunuh (menerkam) mangsanya dengan kekuatan kukunya yang tajam hanya sekali putar. 
Dodi ingin sekali ikut kejuaran di PDIC Bali 2014 yang akan datang. Bahkan mentargetkan dapat juara. Maka selain jadwal kusus latihan yaitu hari Selasa dan Jumat, Dodi menambah sendiri latihannya dirumah.  Silat adalah bagian kehidupan Dodi, sebagai penyeimbang kesenangan hati. Doa dan usaha selalu dilakukan untuk mencapai cita-citanya, amin

Selamat berlatih,

Penulis, Bima.

Selasa, Oktober 15, 2013

PD SMK KEHUTANAN




Sejak tahun 1993 – 2003 Silat Perisai Diri menjadi pelajaran wajib di Sekolah Menengah Kehutanan Atas (SKMA) hingga menelorkan pesilat sampai berprestasi diantaranya adalah Yulia Syafnita, Nelmayati, Ika Solina, Dwi Gusrima Wijayanti, sedangkan siswa SKMA yang pernah mencicipi indahnya prestasi di luar negeri adalah Ariyanto, Deni Rio, Arizano juara di Singapore dan Malaysia.
Kemudian SKMA ditutup  tahun 2003.
Kemudian Departemen Kehutanan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2008 mendirikan SMK Kehutanan Pekanbaru ...


PERISAI DIRI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KEHUTANAN

Sekolah Menengah Kejurauan Kehutanan ( SMK KEHUTANAN) Pekanbaru adalah sekolah yang   di dirikan oleh departemen Kehutanan bekerja sama dengan Diknas melalui Kesepakatan bersama antara Menteri Kehutanan dan Menteri Pendidikan Nasional No. : PKS.4.Menhut-II/2008 dan No. : 02/VI/KB/2008 tanggal 20 Juni 2008 tentang Penyelenggaraan dan Pembinaan Pendidikan Menengah Kejuruan pada Sekolah Menengah Kejuruan sekolah ini   dibuka mulai tahun pelajaran 2009/2010. Dengan sistem asrama  dalam pendidikannya,  menerapkan sistem disiplin semimiliter dalam semua kegiatannya. Jumlah siswa yang dterima sekarang ini adalah 45 siswa dan 15 siswi.
Mulai Agustus 2009 pembelajaran dimulai baik pembelajaran praktek maupun teori.
Salah satu kegiatan yang menjadi kurikulum adalah Silat Perisai Diri, dimana diajarkan dalam 2 jam setiap minggunya. Semua siswa wajib mengikuti mata pelajaran ini.  Silat Perisai Diri diberikan untuk membentuk siswa kearah yang terampil cekatan dalam berpikir dan bergerak. Dimana ini sesuai dengan tututan siswa calon rimbawan.

Pelatihnya ada 2 orang yaitu Wibowo dan Rendi, dalam latihan sebanyak 60 siswa dan siswi dilatih secara bersamaan, tidak ada pembedaan jenis kelamin. Latihan dilaksanakan diaula Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Pekanbaru pada hari Sabtu sore.
Latihan silat ini juga diperuntukkan menjaga kebugaran fisik para siswa, agar terjaga dalam keadaan baik. Materi yang diberikan dimulai dari yang simple dulu baru kearah yang lebih sulit.

Dalam pembelajaran siswa ini diberikan pelatihan silat sama dengan latihan yang ada di cabang namun karena latihannya hanya sekali dalam  seminggu maka peningkatan kualitas tentu berbeda dengan yang latihan dua kali seminggu. Sejak latihan pertama kali semua siswa sudah memakai seragam PD. Maka nampak rapi dan bersih.


Salam Hormat,
Wibowo, Pekanbaru

Rabu, Januari 12, 2011

PORKOT SILAT 2010

Porkot Pekanbaru kususnya cabang olahraga Silat dilaksanakan pada tanggal 23-25 Desember 2010 di Aula Gedung Disperindag Pekanbaru. Empat belas (14) perguruan silat ikut ambil bagian pada kesempatan ini. Kali ini Porkot mempertandingkan kategori laga dan seni untuk putra dan putri. Perisai Diri menurunkan sebanyak lima (5) orang pesilat laga.
Kelima pesilat tersebut adalah muka-muka baru. Hanya Anda Hidayat dan Alif Qushay yang pernah beberapa kali tanding. Pada kesempatan ini Ketua PD Pekanbaru mempercayakan kepada Indrayani, Yosef Narvadan dan Aryo Akbar untuk mendampingi tim selama pertandingan. Sebelum kegiatan dimulai Mas Wibowo (BOWO) memberikan arahan apa saja yang perlu dilakukan baik untuk Coach maupun atlit.
Dalam Porkot ini PD memperoleh satu (1) Emas, dua (2) Perak dan Satu (1) Perunggu.
1. Supriandi kelas B putera, memperoleh Perak
2. Anda Hidayat kelas C putra, memperoleh Perunggu
3. Andi Sasmita kelas D putra.
4. Yose Rizal kelas G putra, memperoleh Emas
5. Alif Qushay kelas H putera, memperoleh Perak
Dalam pembubaran tim, yang diawali dengan laporan oleh coach, (Sdr. Indrayani, Sdr. Yosef Narvadan, Sdr. Aryo A). Kemudian Mas BOWO menyampaikan beberapa evaluasi dan ucapan terima kasih adik-adik sudah berjuang untuk diri sendiri dan Perisai Diri, dengan ucapan Alhamdulillah, sebagai penutup pembubaran tim Porkot tahun 2010.

Selasa, Oktober 05, 2010

Rahmad Gobel

Keraton Jogyakarta pada hari Sabtu 10 April 2010 banyak sekali pengunjungnya maklum hari libur setelah Ujian Nasional bagi siswa-siswi SMP, kurang lebih 100 hadirin berpakaian putih-putih adalah anggota PD dari berbagai propinsi/kota (Sumut, Pekanbaru, DKI, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Bali dll) yang sengaja datang untuk menyaksikan, pengukuhan Bapak Rahmad Gobel sebagai Ketua Kehormatan Silat Perisai Diri. Pengukuhan ini ditandai dengan penyematan sabuk kepada Bapak Rahmad Gobel oleh Raja Jogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, disaksikan oleh ketua pengurus pusat PD, Bapak Ir. Nanang S, sekretaris PD Bapak Hari Soejanto, Pendekar historis Bapak Nur dll Dalam sambutanya Sri Sultan “ bahwa pemilihan kepada Bapak Rahmad Gobel ini adalah tepat mengingat beliau sudah dikenal lama oleh Kanjeng Sultan dan sudah banyak berdarma bakti ke olahraga kususnya Silat, ketua kehormatan ini menggantikan kedudukan alamarhum bapak Ismail (mantan gubernur Jateng). . Acara pengukuhan ini diantaranya dipersembahan tari-tarian dari keraton Jogyakarta, atraksi Silat PD oleh Cabang Jogya. Acara ditutup dengan foto bersama kemudian berjabat tangan dengan Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Semoga dengan bergabungnya bapak Rahmad Gobel menjadikan PD semakin bergairah dalam melaksanakan kegiatan organisasi, amin
Foto pengukuhan dapat dilihat di http://www.perisaidiripekanbaru.com/

Kamis, Maret 11, 2010

TANDING DI PASIR PANTAI


Pipi gadis itu memerah dan menghitam karena sengatan panas matahari yang berada di titik kulminasi. Jidatnya mengembun keringat. Dua tangannya yang memasang sikap harimau juga mengkilap karena keringat. Di depannya, tidak kalah garangnya, seorang dara dengan kaca mata hitam memasang sikap tarung yang angker.

Dua petarung tersebut berpanas-ria di hamparan pasir putih pantai. Mereka siap adu gebrak sehebat-hebatnya. Tiada atap yang menutupi dua petarung itu. Mereka berlaga di alam bebas. Diterpa angin, disengat matahari. Belaian jutaan butir pasir di kaki mereka sering terbang menjadikan mata kelilipan. Pasir yang memanas itu pun menjadi penyiksa kaki-kaki tangguh tersebut.
Itulah Invitasi Nasional Pencak Silat Pasir Pantai yang baru pertama kali digelar di Hotel Lor Inn Solo, Jawa Tengah pada 6 - 7 Maret 2010 silam.
Dinda Maulidya, gadis yang pipinya kemerah-merahan itu adalah lulusan SMA Negeri Olahraga Sidioarjo yang mewakili tim silat Jawa Timur di kelas B Putri. Sementara lawannya adalah dara berkulit putih Nirmala Sari Oktaviani adalah andalan tim Jawa Barat. Nirmala mengenakan kacamata hitam untuk menjaga agar matanya tidak kelilipan pasir.

Arena duel dua pesilat menggunakan arena voli pasir pantai yang berada di Hotel Lor Inn Solo. Di sana digelar dua arena. Lingkaran arena silat menggunakan slang plastik diameter dua inci warna biru. Para juri berteduh di bawah payung. Sementara sang wasit harus rela berpanas-panas bersama pesilat yang baku pukul.

Dua pesilat saling menjajagi dengan serangan-serangan awal. Nirmala sangat percaya dengan tendangan sabit kanan maupun tendang depan kanan. Sementara Dinda mengantisipasi dengan tolakan tangan kiri yang dibarengi dengan pukulan kanan yang kuat menerpa dada lawannya.

Beberapa kali tendangan Nirmala mentah karena tolakan Dinda. Sebaliknya berkali-kali pukulan kanan Dinda mendera dada lawan dengan telak. Nirmala asal Bandung itu sempat terhenyak. Pada saat ia diam menyusun strategi baru, tiba-tiba Dinda melompat deras ke depan dengan tendangan lurus kilat geledek. Tendangan itu menyasar dengan telak tanpa bisa dihindarkan. Bahkan pesilat Jatim ini pada babak ketiga mampu menjatuhkan Nirmala dengan tendangan yang sama.

Dinda ternyata pesilat Perisai Diri dengan tingkat baru Dasar II. Belum genap satu tahun ia mengecap ilmu silat. Namun gemblengan dari Mas Momon Ageng dan Mas Karyono menjadikan gadis ini sangat beringas di arena. Dinda meraih medali emas.

"Bertarung di arena pasir lebih berat dibandingkan dengan di matras. Tenaga lebih terkuras.Tapi saya tahu bagaimana mensiasati agar dalam tiga babak tetap tegar tanpa kehabisan stamina," tutur Dinda.

Sumber: Silatperisaidiri.com

Kamis, Maret 04, 2010

Perisai Diri International Championship

Kejuaraan International Silat Perisai Diri
Jakarta- Sekitar 500 pesilat dari 10 negara dan 25 daerah (provinsi) Indonesia yang merupakan anggota Keluarga Silat Nasional Perisai Diri akan berlaga di arena kejuaraan dunia silat yang akan berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Indonesia Indah pada tanggal 17 - 24 Juli 2010. Kejuaraan dunia yang bertajuk "6 th Perisai Diri International Championship, Jakarta 2010" ini akan memperebutkan Piala Presiden RI.
Kejuaraan International Silat Perisai Diri ini merupakan yang keenam kalinya digelar di Indonesia. Pertama kali diselenggarakan di Semarang pada tahun 1990, kemudian di Surabaya (1995), Denpasar (2003), Yogyakarta (2005) dan yang terakhir di Bandung pada tahun 2007. Dan Insya Alloh di Jakarta 14 Juli.2010.
Melalui tema kejuaraan “Perisai Diri for World Peace” dan visi “Actualization as World Class Martial Arts“ maka kejuaraan dunia silat ini bermaksud mendukung dan menyelaraskan program pemerintah dalam rangka mewujudkan persahabatan antar bangsa maupun perdamaian dunia melalui penyebaran seni dan budaya, yaitu seni dan olah raga pencak silat.

Beberapa Negara telah menyatakan keinginannya untuk hadir dan berpartisipasi dalam laga bergengsi ini. Mereka adalah dari dari Australia, Jerman, Jepang, Perancis, Swiss, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Timor Leste

Nomor-nomor yang akan dipertandingkan adalah versi-versi khas Silat Perisai Diri seperti, tarung bebas (tanpa pelindung badan/full body contact, serang hindar, maupun kerapihan teknik silat. Selain itu juga dipertandingkan versi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yaitu Seni Tunggal.
Selain untuk mencari bibit-bibit pesilat baru yang berbakat dan berprestasi, kejuaraan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta ini juga diharapkan akan menjadi ajang promosi wisata di wilayah Jakarta dan sekitarnya, baik wisata budaya, wisata sejarah, wisata rekreasi, maupun wisata kuliner.

Sumber: Milist dari Nurjanah

Caranya: Klik set masukkan tanggal yg dituju dan SAVE